Penemu Angka Nol: Sejarah Singkat Sang Pionir Matematika
Angka nol (0) adalah salah satu konsep matematika paling revolusioner dalam sejarah umat manusia. Namun, siapa sebenarnya yang pertama kali memperkenalkannya?
1. Asal Usul: Babilonia dan Maya
-
Sekitar 700 SM, bangsa Babilonia menggunakan simbol khusus sebagai pengisi tempat dalam sistem bilangan berbasis 60, namun mereka belum menganggapnya sebagai angka dengan nilai sendiri (detikcom, my24hours.net).
-
Sekitar 350 M, masyarakat Maya di Amerika juga memakai simbol nol dalam kalender mereka, meski hanya sebagai penanda posisi, bukan angka bernilai (Kompas).
2. Transformasi di India: Brahmagupta dan “Sunya”
-
Pijakan utama muncul di India pada abad ke-5 hingga ke-7 M. Brahmagupta (598–668 M) dalam karyanya Brāhma-sphuṭa-siddhānta memperkenalkan nol ("sunya") bukan hanya sebagai pengisi tempat, melainkan sebagai angka dengan aturan operasional matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian (meski pembagian dengan nol masih keliru: 0÷0=0) (Kompas, duniasains.my.id, my24hours.net, Wikipedia).
-
Catatan lainnya menyatakan bahwa Brahmagupta menggunakan titik di bawah angka sebagai simbol nol (Kompas).
3. Penyempurnaan Visual: Bhāskara I
-
Pada 629 M, Bhāskara I—yang berasal dari tradisi Aryabhata—menjadi yang pertama menulis nol dalam bentuk lingkaran (0) dalam sistem desimal Hindu-Arab (Wikipedia).
4. Penyebaran ke Dunia Islam: Al-Khawarizmi
-
Melalui perantara ilmuwan Muslim seperti Al-Khawarizmi, konsep nol dari India diperkenalkan lebih luas. Ia menyusun sistem bilangan desimal lengkap dengan nol dalam karya seperti Al-Jam’a wa al-Tafriq bi Hisab al-Hind dan menerapkannya dalam aljabar (detikcom, ITEBA, duniasains.my.id, my24hours.net).
-
Al-Khawarizmi juga memperkenalkan istilah "sifr" (nol dalam bahasa Arab), yang kemudian berkembang menjadi "cipher" atau "zero" dalam bahasa Barat (duniasains.my.id, Hafizh On The Street, KOMPASIANA).
5. Penemuan Fisik Terawal: Prasasti Kamboja
-
Artifak tertua yang memuat simbol nol dalam sistem desimal Hindu-Arab ditemukan di Kamboja, berupa prasasti dari 683 M. Ini adalah bukti historis paling awal penggunaan nol dalam sistem bilangan seperti yang sekarang digunakan (TIME).
6. Penghargaan Modern
-
Meskipun sering dikaitkan dengan Al-Khawarizmi, gelar penemu angka nol lebih tepat diberikan kepada Brahmagupta sebagai orang pertama yang memperlakukannya sebagai angka. Al-Khawarizmi berperan sebagai penyebar dan pengembangnya di dunia Islam dan Barat (my24hours.net, detikcom).
-
Lingkaran nol sebagai lambang juga diperkenalkan oleh Bhāskara I (Wikipedia).
-
Penelitian modern dan artefak seperti prasasti Kamboja memperkuat bukti awal penggunaan nol (TIME).
-
Kontribusi ilmuwan India seperti Brahmagupta dan Aryabhata ternyata mendasari banyak matematika modern dan tantangan sejarah yang sering dilupakan dalam pendidikan Barat (The Guardian).
Ringkasan Perjalanan Angka Nol
| Tahapan | Penjelasan |
|---|---|
| Pertama kali sebagai placeholder | Babilonia & Maya, hanya penanda posisi |
| Sebagai angka dengan aturan matematika | Brahmagupta (India abad ke-7) |
| Simbol lingkaran (0) | Bhāskara I (629 M) |
| Penyebaran ke dunia Islam & Barat | Al-Khawarizmi (abad ke-9) |
| Bukti tertua fisik | Prasasti Kamboja (683 M) |
Kenapa Penting?
Angka nol memungkinkan sistem bilangan desimal posisional dan komputer modern. Tanpa nol, kita tidak bisa membedakan antara 12, 102, atau 1002. Bahkan konsep aljabar dan algoritma di dunia modern berawal dari pemahaman ini.